Setelah tiga pekan ditutup untuk perbaikan pegangan dan papan penanda, jalur susur sungai kembali bisa dilewati.
Jalur susur sungai kembali dibuka setelah tiga pekan ditutup. Penutupan dilakukan untuk mengganti tali pegangan di dua titik menurun dan memasang ulang papan penanda arah yang lapuk kena hujan.
Pemandu tetap mendampingi sepanjang jalur, dan rombongan dibatasi maksimal lima belas orang sekali berangkat agar tidak menumpuk di titik sempit.
Warga mengingatkan, kalau hujan turun deras di hulu, perjalanan dibatalkan tanpa menunggu aba-aba. Keselamatan lebih dulu, dan air di sungai ini bisa naik jauh lebih cepat daripada yang terlihat dari bawah.
Kabar ini ditulis pengurus Pokdarwis Dewi Batari. Ada yang ingin ditanyakan atau dikoreksi? Hubungi kami lewat kontak di kaki halaman.
Kabar serupa
Lihat semua kabarPengumuman
Peta titik wisata desa diperbarui
Dua titik pandang baru dan tiga homestay ditambahkan ke peta desa, lengkap dengan patokan jalan menuju ke sana.
Pokdarwis Batur1 menit baca
Kegiatan
Mahasiswa KKN UNY Susun Booklet Panduan Wisata Digital bagi Desa Wisata Batur Berdikari Cangkringan
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Salah satunya diwujudkan di Padukuhan Batur, Kalurahan Kepuharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, melalui program penyusunan booklet panduan wisata digital bagi Desa Wisata Batur Berdikari atau yang lebih dikenal dengan sebutan Dewi Batari.
Pokdarwis Batur7 menit baca
Kegiatan
Mengenalkan Keterampilan Sehari-Hari Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNY Gelar Edukasi Kepada Siswa SD Negeri Kepuharjo
Memberi edukasi baru bagi siswa-siswi SD Negeri Kepuharjo, mahasiswa KKN UNY membawa tiga topik yang belum pernah dibagikan oleh mahasiswa KKN sebelumnya.
Pokdarwis Batur3 menit baca

